Thursday, January 26, 2017

Cara Meningkatkan Kemampuan Membaca

KEGIATAN BELAJAR MEMBACA


Membaca merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuan, informasi, maupun sekedar memperoleh hiburan. Banyak informasi direkam dan dikomunikasikan melalui media tulis. Oleh karena itu, membaca merupakan salah satu cara meningkatkan pengetahuan dalam rangka menguasai informasi dan perkembangan teknologi.
Kemampuan membaca merupakan bekal dan kunci keberhasilan seseorang siswa dalam menjalani proses pendidikan. Sebagian besar pemerolehan ilmu dilakukan siswa melalui aktivitas membaca,. Ilmu yang diperoleh siswa tidak hanya didapat dari proses belajar mengajar di sekolah, tetapi juga melalui kegiatan membaca dalam kehidupan siswa sehari-hari. Oleh karena itu, kemauan membaca dan kemampuan memahami bacaan menjadi prasyarat penting bagi penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan para siswa.


Mengajarkan membaca kepada siswa bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru perlu memiliki suatu keterampilan atau kompetensi yang baik untuk memajukan keterampilan membaca siswa-siswanya. Dengan keterampilan membaca yang memadai, mereka akan lebih mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber.
Pada pelaksanaan pembelajaran membaca , dengan cara guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca teks. Sebelum kegiatan dilaksanakan, guru berceramah tentang informasi yang dianggap penting berkaitan dengan apa yang harus dilakukan siswa. Kegiatan membaca dilakukan dari awal sampai akhir teks, yang selanjutnya siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal yang sudah disiapkan guru.
Sesekali guru mencoba dengan metode lain yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak, yakmi dengan melalui beberapa tahapan yaitu :
  • 1.      Membaca berpasangan

Para siswa membaca cerita dalam hati kemudian bergantian membaca cerita tersebut dengan keras bersama dengan pasangannya, bergiliran di setiap paragrafnya. Pendengar akan mengkoreksi tiap kesalahan yang dibuat oleh pembaca.
  • 2.      Menulis cerita yang bersangkutan dan tata bahasa cerita

Siswa diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan cerita yang menekankan tata bahasa cerita. Setelah mereka sampai pada akhir cerita, mereka diminta untuk menghentikan bacaan dan diminta untuk mengidentifikasikan karakter, latar belakang, kejadian, dan masalah dalam cerita tersebut, dan untuk memprediksi bagaimana masalah tersebut akan diselesaikan. Di akhir cerita para siswa kan merespon cerita secara keseluruhan dan menulis beberapa paragraf yang berkaitan dengan topik.
  • 3.      Mengucapkan kata-kata dengan keras

Siswa diberikan daftar kata-kata baru atau sulit yang terdapat dalam cerita. Mereka harus belajar membaca kata-kata ini dengan benar dengan tujuan agar mereka tidak ragu atau salah untuk mengucapkannya. Siswa mengucapkan daftar kata-kata ini bersama pasangannya atau teman satu tim lainnya sampai mereka bisa membacanya dengan lancar.
  • 4.      Makna kata

Siswa diberikan daftar kata-kata dalam cerita yang tergolong baru dalam kosakata bicara mereka dan mereka diminta untuk melihat kata-kata itu di dalam kamus, kemudian menuliskan definisinya dengan cara yang mudah untuk dipahami, dan menuliskan kalimat yang memperlihatkan makna dari kata tersebut.
  • 5.      Menceritakan kembali cerita

Setelah membaca cerita dan mendiskusikan dalam kelompok membaca mereka, siswa merangkum poin-poin utama dari cerita tersebut untuk pasangannya.
  • 6.      Ejaan

Siswa saling menguji daftar ejaan kata-kata satu sama lainnya dan saling membantu satu sama lain untuk menguasai daftar tersebut. Siswa menggunakan strategi “daftar yang hilang”, dimana mereka membuat daftar baru dari kata-kata yang hilang setiap kali selesai melakukan penilaian sampai daftar itu habis. Lalu mereka membuat daftar baru lagi, mengisi daftar tersebut, mengulangi prosesnya sampai tak ada kata-kata yang hilang.
  • 7.      Tes

Siswa diberikan pemahaman terhadap cerita, diminta untuk menuliskan beberapa kalimat, dan diminta untuk membacakan daftar kata-kata dengan keras pada guru.

  • 8.      Memahami Bacaan

Siswa mendapatkan pengajaran langsung dalam kemampuan khusus memahami bacaaan, seperti mengidentifikasi gagasan utama, memahami hubungan sederhana, serta membuat kesimpulan..
  • 9.      Membaca Independen dan Buku Laporan

Siswa diminta untuk membaca buku yang saling ditukar setiap malam selama duapuluh menit tiap malamnya. Terdapat paraf orang tua yang menegaskan bahwa siswa telah membaca sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Nilai tim akan bertambah jika setiap individu dapat mengumpulkan formulir tersebut sesuai dengan waktunya. Kemudian siswa juga diminta untuk mengisi buku laporan secara reguler. Hal ini akan meningkatkan poin tim mereka sendiri. Membaca independen dan buku laporan menjadi pengganti pekerjaan rumah dalam pelajaran membaca




Penilaian Portofolio
Kemampuan Membaca



A.    Tugas
Bacalah buku bacaan/cerita selama paling sedikit 20 menit semalam

B.    Bentuk Penilaian Portofolio
Judul Buku               : ……………………………………………………………………………………………
Nama siswa              : ……………………………………………………………………………………………
Kelas                           : ……………………………………………………………………………………………
Tanggal                      : ……………………………………………………………………………………………
Lama membaca       : ……………………………………………………………………………………………

B.    Kriteria Penilaian
            - <=20 menit     = A
                - 15 – 19 menit  = B
                - 10 – 14 menit  = C
                - 5 – 9 menit      = D
                - > 5 menit          = E

Nilai
Paraf Orang Tua/Wali










No comments:

Post a Comment